Tags

, , , ,

clouds05

My dad said to me growing up: ‘When all is said and done, if you can count all your true friends on one hand, you’re a lucky man.’- Josh Charles.

Saya ingin mengenal kamu.

Berjalan dalam sepatu yang kamu pakai,
melihat ke dalam kaca yang kamu susuri ketika menyisir rambut.
Merasakan air yang terteguk,
atau sekadar merasakan telunjuk kanan menghempas pelan abu rokok dari batangnya.

Untuk sekejab saja,
saya ingin mengenal kamu,
pa.

Bukan papa yang saya lihat secara kasat mata.
Bukan papa yang saya tahu dan rasakan era pemerintahannya.
Bukan papa yang saya alami kasih sayangnya.

Tapi merasakan sepenuhnya apa yang papa rasakan,
ketika menjadi papa, terutama, menjadi papa saya.

Dari situ mungkin,
saya akan bisa belajar,
mengerti latar belakang pemikiran papa,
memahami keputusan papa,
menghormati limpahan sayang yang diberikan;

lalu mungkin,
pada momen yang bersamaan,

papa bisa merasuk ke dalam saya,

berjalan di atas sepatu biru yang saya gunakan,
menyelongsongkan tangan ke kemeja garis lengan panjang yang saya pakai,
memasang kaos kaki,
bercermin beberapa detik,
mengucap salam sampai jumpa nanti malam pada pelor dan nona hidung turki,
merasakan menjadi saya, bernafas menjadi saya.

dan memahami,
kenapa saya sayang sekali pada mereka.

Satu koin pa,
dua sisi.

Advertisements