Tags

, , , , , ,

tumblr_nglc755zDb1rqrgswo1_500

I love you. I am who I am because of you. You are every reason, every hope, and every dream I’ve ever had, and no matter what happens to us in the future, everyday we are together is the greatest day of my life. I will always be yours. ― Nicholas Sparks.

Pagi ini Denpasar hujan.

Gerimis yang dimulai dari semalam,
berubah menjadi air langit yang turun lebih deras,
mulai dari jam enam,
lalu berhenti tiba-tiba di jam sembilan,
matahari terang,
dan langit mulai berubah warna.

Pagi ini saya duduk berdua dengan Pelor,
di ambang pintu, menatap halaman belakang yang basah.

Saya ingin kembali ke setahun dua bulan satu hari dan dua puluh jam lalu,
sejak pukul dua empat puluh tiga tadi pagi.

Meredam cinta,
sama sulitnya dengan menyembuhkan luka.

Saya ingat,
kepada gadis yang dulu melangkah masuk ke tempat duduk di sudut Ta Wan,
menyalami saya, dan mengucapkan namanya dengan sangat pelan.

Saya ingat apa yang saya rasa waktu itu,
ada ketertarikan dan rasa suka,
yang tumbuh dengan waktu,
menjadi sayang,
menjadi cinta,
lalu saya terbenam oleh kesalahan dan egoisme saya sendiri,
kebodohan saya, ketidak pekaan saya,
dan cinta yang tumbuh menjadi kasih,
sudah tumbuh dalam tanah yang retak,
lalu dipaksa gugur.

Saya ingat rasanya,
ketika pertama kita jatuh cinta.

Dan masih terus bergerak dan berdetak,
mencari air di sela-sela,
mencoba merapatkan tanah yang retak,
menjadi tanah subur yang layak untuk jadi pondasi.

Kamu,
adalah apa yang saya cari,
dan apa yang saya perlu,
dan satu yang tersayang,
yang terkasih.

Masa lalu saya,
adalah apa yang ingin saya perbaiki,
saya sudah tutup rapat, walau itupun perlu waktu.

Perlu waktu untuk membuat saya tahu,
bahwa dibanding semua masa lalu saya,
kamu yang terutama.

Pagi ini Denpasar hujan,
semoga doa dan harapan tentang cinta yang kembali dan lebih kuat,
yang diam-diam saya dan Pelor gaungkan ke atas sana,
menemui jawab di Cikarang.

Amin.

Advertisements