Tags

,

tumblr_lxafl0PY7M1qmgknno1_500

“There’s no greater show on earth than observing human nature.”— Benny Bellamacina.

Katanya,
obat paling baik untuk menyembuhkan tekanan pikiran yang berlebihan adalah dengan membaginya kepada orang lain.
Beban akan terasa lebih ringan.
Demikian katanya.

Dengan kapasitas kepala yang demikian sempit,
saya membaginya kepada diri saya sendiri di masa depan.
Yes, i share those all to my future self.
Karena hanya dia yang bisa melihat semuanya dari sudut pandang saya sekarang dan saya besok.
Apakah saya yang sekarang ini benar?
ataukah saya yang sekarang ini sedang melangkah keliru.
Dia yang akan membagi kepada saya hasilnya.

Kalau hidup saya ini dibuat dalam bentuk timeline,
maka posting paling padat adalah sekitar tanggal 19 Oktober lalu,
sampai dengan seminggu kemudian.
Lalu jeda.
Lalu sibuk berantakan.
Lalu hening.
Lalu kacau.
Lalu meledak dari dalam.

Semacam timeline yang kalau dibaca mungkin isinya hal-hal yang harusnya dihindari supaya yang membaca tidak terpengaruh, dismotivasi, pahit terhadap lingkungan, ataupun mempertanyakan arti hidup, dan fungsi sebagai anak.

Secara singkat,
kalau diringkas,
mungkin pendek saja.
Berantakan.

Saya perlu saya yang tangguh.
Saya yang siap berjuang.
Bukan saya yang down; loyo; dan putar otak mencari arti kata ‘berbakti’.

Saya perlu menopang salib.
Dan menjadi saya yang kuat.
Bukan hanya untuk bertahan;
tapi untuk lari melaju ke depan.

Yang saya harapkan bisa sepakat dengan saya untuk merumuskan terminologi kata ‘love’ sebagai ‘acceptance’; ternyata tidak mufakat.

Saya yang menjelaskan,
mereka yang mendengar,
dan kami yang tidak sepakat.

Saya yang memberi sudut pandang,
bahwa kita bisa saja bilang kepada orang yang tidak punya tangan dan kaki;
“saya tahu rasanya, susah pasti ya, susah beraktivitas”;
tapi setahu-tahunya kamu,
kamu sesungguhnya tidak tahu,
karena kamu punya tangan, punya kaki.

Saya harus melepas benang kusut,
dengan sabar, dan tekun.
Urut, dan menjadikannya tetap utuh.

Godspeed.

di https://ohlife.com/timecapsule, kita bisa mengirim surat kepada our future self, yang nantinya akan dikirimkan pada tanggal yang telah kita tentukan sendiri ke alamat email yang kita cantumkan.

Advertisements