Tags

, , , , , , , , ,

tumblr_mtp4e54FwS1r0clmjo1_1280

“If you don’t know what you want,” the doorman said, “you end up with a lot you don’t.” — Chuck Palahniuk, Fight Club.

Saya hidup di kota yang punya sejuta cerita tiap harinya,
tapi saya bisu.
Saya tidak tahu harus cerita apa;
bicara apa;
entah karena apa.

Katanya,
hidup kamu, takdir kamu, nasib kamu,
kamu yang tulis; kamu yang buat; kamu yang sempurnakan.
Itu betul? atau isapan jempol?

Quick recap;
setelah si Pelor,
anjing kecil umur 3 bulan yang kami adopsi dari salah satu teman;
kami adopsi anjing kedua.
Goldy.
dari shelter.
a dog with a bad tempered.
growl. not so friendly. do what ever he wants.
but my nona hidung turki love him.
so..
goldy have a new home here;
with a new family.

Kembali soal hidup.
Hidup yang dipertanyakan banyak orang apa gunanya.
Hidup yang kadang dijadikan alasan agama supaya kita ina inu ini itu.
Hidup yang kadang dibawa ke dukun untuk dipermak lewat cara-cara luar biasa tolol.
Hidup yang kadang dibawa enjoy aja, kalau kata iklan rokok.
Hidup yang isapan jempolnya; kita atur sendiri.
But it’s not.

Saya,
kini ada di garis perantara,
antara mempertahankan kewarasan karena cinta orang-orang disekitar saya,
dan mengikuti alur depresi yang makin lama seretannya makin kuat.
Secara emosional, saya lebih mudah merasa.
merasa apa saja yang buruk, kecuali cicipan rasa sukses.
Rasa sukses yang dulu pernah ada tiap hari di hidup saya.
Saya sekarang pemalas nomor 1 di dunia mungkin.
Otak saya seperti buntu.
jangan bicara hati,
kalau otak buntu, hati itu tidak banyak membantu.

Untung ada nona hidung turki;
untung ada mama saya;
untuk ada keluarga saya;
untung ada pelor.

Kalau dinasehati secara agama;
pasti akan dibilang seperti ini,
kamu itu masih diberi hidup; masih ada kesempatan lagi;
masih diberkati kesehatan; masih diberi ini, itu, anu, banyak.
Kira-kira begitu.

Bukan saya bilang itu salah.
Tapi untuk orang yang dalam kondisi satu kaki hampir kecemplung jurang;
nasehat itu limbung.

Saya ingin memberi yang terbaik untuk mereka yang tersayang;
dalam arti mencukupi kebutuhan,
mengusahakan yang terbaik,
bahkan untuk ini, saya tidak tahu harus mulai darimana.

Bingung?
saya juga.

Menulis maksud hati saja berantakan.
Apalagi menggariskan nasib.

Belakangan ini saya punya banyak ketakutan.
Ketakutan-ketakutan yang entah kenapa ikut terus dengan kepala saya.
Saya merasa jadi manusia gagal;
jadi laki-laki idiot;
jadi orang yang kurang berguna selain menghabiskan oksigen di bumi;
makan; minum; dan buang air.
Saya tidak punya karya.
Tidak ada keberhasilan.
invalid.

Setiap kali saya begini,
saya selalu ingatkan diri saya,
ambil babysteps.. satu demi satu;
pikirkan berurut, jangan grabak grubuk.
Tapi saya merasa dikejar waktu,
dikejar masa depan,
dikejar bayangan bahwa kalau saya gagal terus, maka akan….

Saya berusaha jadi manusia beriman;
dengan meyakini bahwa Tuhan sedang menulis kelanjutan cerita saya dengan lebih indah; bahwa Dia yang mencipta saya sedang berkreasi dengan garis nasib lengkung ke bawah sebentar lalu kurvanya akan naik ke atas melampaui yang sudah lalu;
tapi sebesar apapun saya berusaha,
nalar saya memblokade.
Seperti tidak mengijinkan saya beriman.
Seperti menantang, kamu itu bisa apa sekarang?

Tanggal sepuluh kemarin,
kami anniversary.
I give nothing but a video that i made for her.
It says that i love her at most;
tapi secara nyata, saya tidak bisa memberikan apapun.
rasanya seperti ‘omong doang lu’, seperti menebar janji palsu.
Padahal hati saya bicara cinta, tapi seolah tingkah saya yang tidak bisa memberi apapun itu berkata saya tidak cinta. Bodoh.

Pikiran-pikiran itu,
sedikit banyak membuat saya menjadi lebih pahit dalam menjawab,
seperti seolah merasa terancam 24×7;
seperti saya takut bahwa kondisi ini tidak akan berbalik dengan sempurna;
setakut saya bahwa nona hidung turki akan tertarik pada orang lain yang secara karir dan finansial dan wajah dan lain-lain lebih excell daripada saya;
setakut saya membayangkan hari depan.

Saya berusaha menguatkan pikiran dan iman,
mengutip status seorang teman yang juga kakak bagi saya;
Tuhan tidak akan memberi pencobaan yang lebih dari kemampuan kita, masakan Tuhan berbohong?

Tiap ingat itu saya diam.
Tiap ingat kata-kata nona hidung turki tentang doa dia untuk saya,
saya diam.
Saya ingat,
bahwa masih ada yang saat ini mengasihi saya.
Dan itu luar biasa.
Di luar nalar.

Saya tulis ini sebagai peringatan,
bahwa saat ini,
sekarang,
saya ada di roda bawah,
dan rasanya luar biasa perih jendral.

Saya ingin maju perang lagi.
Bertarung dengan dunia,
memperebutkan koin emas untuk dibawa pulang,
dan diserahkan ke mereka yang tersayang,
sebagai tanda cinta.

Saya ingin berperang lagi,
lalu menang.

Dan mungkin suatu saat nanti,
saya akan baca ini,
dan ingat,
diatas bukan berarti meninggi.
Diatas berarti siap memberi.

Advertisements