Tags

, , , , , ,

tumblr_magd0q6oSB1rfpbqno1_500

“Life is an adventure of passion, risk, danger, laughter, beauty, love; a burning curiosity to go with the action to see what it is all about, to go search for a pattern of meaning, to burn one’s bridges because you’re never going to go back anyway, and to live to the end.”Saul D. Alinsky.

Di hidup ini,
apa yang sebenarnya kamu cari?

Kenyamanan?
Keamanan?
Kesempurnaan?
Kepenuhan? Kecukupan? Kelimpahan?

Saya mengetik ini sambil duduk di salah satu tempat nongkrong gaul.
Belagu ya..
Tapi cuma disini bisa duduk dan dapat wifi dan beli kopi enak.
Ya gimana..

Sejalan tadi kemari bareng pacar,
saya lihat di tol dalam kota Jakarta,
arus menuju Bogor, Bekasi, dan outer Jakarta.
Para komuter,
yang cari nafkah di Jakarta,
dan tidur di outer Jakarta.

O iya,
ngomong-ngomong,
saya dan perusahaan yang kemarin sudah tidak berjuang bersama lagi.
Sekarang saya sedang berjuang demi dan bareng dengan perusahaan baru.
Ke tempat yang lingkupnya lebih kecil.
Ke tempat yang jadi ruangan karya saya sendiri.
Bogor saja.

Saya tidak akan pernah tahu kenapa jalannya diarahkan supaya begini.
tapi kata pacar saya,
Tuhan itu baik..

Demikian baiknya Tuhan,
sampai Dia sediakan waktu untuk rancangkan pada saya rencana-rencana ini;
bahwa saya resign,
bahwa saya ‘dipaksa’ membuka pikiran untuk mempersiapkan wirausaha,
bahwa saya hanya ‘mengurusi’ area Bogor,
yang kalau dilihat di peta Jabodetabek,
Bogor kabupaten dan kotanya itu luasnya separuh dari Jabodetabek.
Sampai saya punya waktu yang lebih banyak untuk pacar saya,
sampai saya bisa hadapi telefon dari orang tua dengan lebih sabar,
sampai saya bisa komunikasi dengan adik-adik saya secara lebih leluasa,
sampai saya punya satu tim kecil (yang terdiri dari orang-orang yang sangat perasa) yang solid,
sampai sejauh ini,
sampai sekarang,
sampai saya disini;
apa sebenarnya alasan kenapa saya ada?
saya masih belum tahu.
Tapi Tuhan itu baik.

Tidak akan diberikan ular kepada anaknya yang minta roti.
Akan dicukupkan kebutuhan mereka yang meminta dalam kesesakan.
akan diberikan kepada mereka yang benar, damai sejahtera.

Kata teman saya yang semi ateis,
kalo semua diserahin sama Tuhan,
Tuhannya kerepotan bro..
urus sana sini, mikir ini itu,
trus tugas lu apa jadi manusia?
duduk aja gitu ngelangkahnya gak mikir?

Kalau kata mama saya,
serahin semua sama Tuhan.
Biar dia yang atur,
dia yang punya waktu,
kita usaha, kerja jujur, sambil doa dikencengin.

Kata pacar saya juga demikian.

I think,
i’m at the low point of my life.

Mungkin bukan lowest,
i’ve been in a term that worse than this,
when i was a kid.

Ini adalah tantangan.

Mulai dari sekarang,
sikap saya, reaksi sayalah yang diperhitungkan.
Bagaimana saya melangkah sekarang,
hasilnya saya petik mungkin seminggu, mungkin setahun, mungkin se dekade dari sekarang.

Saya tutup pintu untuk masalah cecintaan,
saya anggap apa yang saya punya bersama dia itu sempurna.
Apapun yang terjadi, apapun yang saya temui,
itu cuma batu kecil.
Kalau saya sayang, kalau dia sayang seimbang,
biar cerita kami dibungkus dalam damai sejahtera yang Dia punya.

Saya,
saat ini,
harus cari jalan,
keluar dari depresi ringan.
keluar dari kotak pandora trauma yang saya buka sendiri.

Saya cari solusi.

Karena saya masih penasaran,
kalau saya bukan anak siapa-siapa,
bukan pacar siapa-siapa,
mungkin saya sekarang sudah ke Tibet,
meditasi panjang sekedar ‘lari’ dari dunia modern.

Saya harus cari solusi,
karena rodanya berputar terus.
Argonya jalan.
Nafas saya masih ada.

Besok.
Itu kan yang dipersiapkan?

Advertisements