Tags

, , , ,

tumblr_ms91bdyii41qapm9yo1_500

Days like these lead to, Nights like this lead to, Love like ours.
You light the spark in my bonfire heart;
People like us—we don’t, Need that much, just someone that starts,
Starts the spark in our bonfire hearts.
James Blunt, Bonfire Hearts.

Day 14: randomly find someone in your yearbook (to me will be Facebook, we can easily find our old mates there, right?). Create a story about their life today.

Kalau mau ditulis panjang lebar soal si kawan ini,
bisa habis dua pak buku sampul ungu sederhana merk Banteng yang dulunya trend.
But, i’m not planning to.

Saya akan menulis singkat.
Tentang seorang kawan yang ternyata setelah saya hitung sampai dengan hari ini,
sudah jadi sahabat sejak tiga belas tahun yang lalu.

Namanya berarti cahaya.
Anak kedua, putri kedua, dari empat bersaudara.
Perempuan semua.
Paling bandel. Paling tomboy. Paling sering kena knalpot.

Kami kenal di tahun 2000.
Angkatan Milenium Fakultas Teknik Jurusan Aksiseksyur. eh. Arsitektur.
Duduk di satu deretan kursi.
Buku tulis sederhana gambar timnas Italia. Itu dia.
Buku tulis sederhana gambar timnas Perancis. Itu saya.
Berbagi senyum canggung. Lalu semua canggung menguap, ditelan euforia pembahasan Piala dunia.

Empat tahun berjalan.
Seringkali ‘pilot-pilotan‘ kalau di jalan raya;
artinya kami naik sepeda motor masing-masing,
tapi jalan berjejer. Seperti pilot dan ko-pilot.
Ngobrol. Ketawa. Ngeceng-cengin satu sama lain.

Saya lulus. Setahun kemudian, dia lulus.

Saya kerja,
dia kerja,
di pulau-pulau yang berbeda.

Saya putus cinta, telepon dia. Dikuatkan.
Dia putus cinta, telepon saya. Dikuatkan.
Kami berdiri kembali,
jalan masing-masing menuju masa depan.

Tujuh tahun kemudian,
ada telepon. Undangan.
Si kawan menikah.

Setahun setelah menikah,
jadi ibu dari seorang putri.

Seperti ada kelebihan gen perempuan memang ya di keluarganya.
….

Kawan saya yang dulu sama-sama berjaket lusuh bau matahari,
duduk di trotoar menggapit pensil berbagai tipe ukuran B;
2B, HB, 2H, 6B, 4B;
dengan lengan-lengan gosong kena matahari,
tangan-tangan lengket kena lem styrofoam,
kulit telapak tangan yang kadang ada guratan-guratan bekas tidak sengaja tergores cutter;
sekarang menggendong bayi.
Hehehe..

Dunia sudah berputar.
Si tomboy anak juragan Nasi Padang sudah jadi Ibu.

Iya,
ini untuk kamu kawan yang bernama Dian.
Satu-satunya yang masih mau bertahan 🙂

Happy Birthday sas..

PS : we do mock her as ‘dian sastro KW lima, lima juta’

Advertisements